Anggaran MBG 2026 Capai Rp268 Triliun, Lima Kali Lipat Realisasi 2025

Senin, 12 Januari 2026 | 13:48:16 WIB
Anggaran MBG 2026 Capai Rp268 Triliun, Lima Kali Lipat Realisasi 2025

JAKARTA — Pemerintah Indonesia mengumumkan alokasi anggaran yang signifikan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun 2026. 

Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, Badan Gizi Nasional (BGN) mendapatkan anggaran sebesar Rp268 triliun, yang tercatat melonjak tajam dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Anggaran tersebut mengalami kenaikan hingga 600%, atau lima kali lipat lebih besar dibandingkan realisasi anggaran MBG pada tahun 2025 yang hanya mencapai Rp51,5 triliun.

Kenaikan anggaran ini diputuskan melalui Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2025 tentang APBN 2026 yang dipublikasikan pada Rabu, 7 Januari 2026. Secara keseluruhan, total anggaran untuk BGN yang dirinci dalam lampiran undang-undang tersebut meliputi dua komponen besar: dukungan manajemen senilai Rp12,41 triliun dan program pemenuhan gizi nasional senilai Rp255,5 triliun.

Kenaikan Anggaran Dibandingkan dengan Tahun Sebelumnya

Pada tahun 2025, pemerintah mencatatkan realisasi penyaluran anggaran MBG hanya sebesar Rp51,5 triliun, yang mencakup sekitar 72,5% dari total pagu yang dialokasikan, yakni Rp71 triliun. Meski demikian, pada 2026, anggaran yang dialokasikan untuk MBG jauh melampaui angka tersebut, menunjukkan komitmen pemerintah untuk memperkuat program pemberian makan bergizi bagi masyarakat.

Anggaran yang jauh lebih besar ini bertujuan untuk memastikan bahwa distribusi makanan bergizi dapat dijangkau lebih luas, dengan peningkatan jumlah penerima manfaat yang signifikan. Pada 2025, sebanyak 56,13 juta orang menerima manfaat dari program ini, dan pada 2026, pemerintah menargetkan jumlah penerima manfaat mencapai 82,9 juta orang. Ini berarti ada peningkatan 32% dalam jumlah penerima dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Prioritas Pemenuhan Gizi Nasional

Berdasarkan rincian anggaran yang disampaikan dalam UU APBN 2026, sekitar Rp255,5 triliun dari total anggaran tersebut akan digunakan untuk program pemenuhan gizi nasional, yang menjadi inti dari Program MBG. Program ini dirancang untuk memastikan masyarakat di seluruh Indonesia, khususnya yang berada di lapisan bawah, dapat mengakses makanan bergizi dengan harga yang terjangkau, atau bahkan gratis.

Selain itu, anggaran sebesar Rp12,41 triliun akan digunakan untuk mendukung manajemen program MBG, termasuk untuk memastikan distribusi yang efisien dan tepat sasaran, serta pengelolaan yang transparan dan akuntabel.

Evaluasi Program MBG Tahun 2025 dan Target 2026

Pada tahun 2025, pemerintah hanya mampu menyalurkan 72,5% dari anggaran yang dialokasikan untuk MBG, dengan total realisasi sebesar Rp51,5 triliun. Meskipun angka ini lebih rendah dibandingkan dengan pagu yang ditetapkan, program ini tetap berhasil memberikan manfaat yang cukup besar kepada masyarakat. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp43,3 triliun sudah dirasakan langsung oleh masyarakat sebagai bantuan makan bergizi.

Wakil Menteri Keuangan, Thomas Djiwandono, menyebutkan bahwa meskipun ada beberapa tantangan dalam penyaluran anggaran MBG pada 2025, program ini tetap memberikan dampak positif dengan jumlah penerima manfaat yang besar. Dengan alokasi anggaran yang jauh lebih besar pada 2026, pemerintah berharap dapat mengoptimalkan penyaluran bantuan ini dengan lebih efisien dan menyeluruh.

"Dari total anggaran yang terealisasi pada 2025, manfaat yang langsung diterima masyarakat adalah Rp43,3 triliun," ujar Thomas dalam konferensi pers yang berlangsung baru-baru ini.

Dampak Positif Kenaikan Anggaran MBG

Dengan anggaran yang lebih besar, diharapkan Program MBG dapat memberikan dampak yang lebih luas pada tahun 2026. Kenaikan anggaran ini akan memungkinkan pemerintah untuk memperluas cakupan program, meningkatkan kualitas makanan yang diberikan, serta mempercepat distribusinya ke daerah-daerah yang lebih terpencil.

Program MBG sendiri memiliki dampak jangka panjang yang signifikan dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, yang pada gilirannya dapat mendukung produktivitas dan kesejahteraan sosial-ekonomi. Gizi yang baik merupakan faktor utama dalam memastikan masyarakat Indonesia dapat berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan nasional.

Tantangan dan Optimisme Menyongsong 2026

Meski alokasi anggaran MBG mengalami kenaikan besar, tantangan terbesar yang dihadapi pemerintah adalah memastikan bahwa penyaluran dana tersebut tepat sasaran dan dapat disalurkan dengan efisien. Pengelolaan yang buruk atau ketidakmerataan distribusi dapat menghambat tujuan utama program ini.

Namun, dengan pengalaman yang diperoleh selama pelaksanaan MBG pada tahun-tahun sebelumnya, pemerintah optimis dapat mengatasi tantangan ini pada 2026. Melalui penggunaan teknologi, sistem manajemen yang lebih baik, dan penguatan koordinasi antarinstansi, program ini diharapkan dapat berjalan lebih lancar dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.

Target Penerima Manfaat dan Evaluasi Program MBG 2026

Dengan target penerima manfaat yang meningkat, yaitu 82,9 juta orang pada 2026, pemerintah optimis bahwa program ini akan mencakup lebih banyak lapisan masyarakat yang membutuhkan bantuan makanan bergizi. Penerima manfaat yang lebih banyak menunjukkan bahwa kebijakan ini semakin inklusif dan menjangkau kelompok yang paling rentan dalam masyarakat.

Melalui alokasi anggaran yang lebih besar, pemerintah juga akan terus memantau dan mengevaluasi pelaksanaan program MBG untuk memastikan bahwa anggaran tersebut digunakan dengan bijak dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.:

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didanai oleh Badan Gizi Nasional (BGN) memperoleh alokasi anggaran yang jauh lebih besar pada 2026, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas gizi dan memperluas cakupan penerima manfaat. Pemerintah optimis bahwa dengan kenaikan anggaran ini, program MBG dapat lebih efisien dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Indonesia.

Terkini